Tips kerja · 15 menit baca
“Kenapa kami harus membayar kamu segitu?” Pertanyaan itu sering datang tiba-tiba, dan jawaban spontan kebanyakan orang berhenti di “saya rajin” atau “saya pekerja keras”. Bukan karena mereka tidak layak dibayar, tapi karena belum pernah berlatih menjawabnya dengan bukti.
Latihan di depan HRD sungguhan mahal harganya: kalau gagal, kesempatannya hilang. Latihan dengan AI jauh lebih murah. Kamu bisa menyuruh AI berperan sebagai HRD yang galak dan skeptis, menjawab, dipotong, mencoba lagi, lalu melihat nilainya naik dari jawaban ke jawaban.
Artikel ini menjelaskan caranya langkah demi langkah, lengkap dengan prompt yang bisa kamu salin, rubrik penilaian, contoh jawaban lemah dan kuat, dan catatan penting tentang kejujuran. Semua nama, angka, dan pengalaman di contoh adalah fiktif; AI di sini hanya alat latihan, bukan HRD sungguhan.
Contoh hasil
Di video, Gilang (tokoh fiktif) berlatih menawar gaji lima juta rupiah. AI berperan sebagai HRD yang dingin. Jawaban pertamanya mengambang, jadi langsung dipotong. Setelah mengubah jawabannya menjadi berisi angka dan nilai bagi perusahaan, nilainya naik.
Contoh jawaban lemah dan kuat (fiktif)
| Jawaban | Isi | Kenapa dinilai begitu |
|---|---|---|
| Pertama (nilai rendah) | “Saya rajin, Bu.” | Tidak ada bukti dan tidak ada nilai bagi perusahaan. HRD tidak bisa mengukurnya. |
| Kedua (nilai 7 dari 10) | “Saya menurunkan biaya iklan perusahaan dua puluh persen. Lima juta itu sebanding dengan nilai yang saya bawa.” | Ada angka dan hubungan ke nilai bagi perusahaan. Masih bisa diperbaiki: sebut nominal di awal kalimat. |
Angka di tabel adalah contoh fiktif. Pakai pencapaian nyatamu sendiri.

Dasar
Wawancara dan negosiasi gaji adalah keterampilan bicara, bukan cuma soal isi CV. Keterampilan itu naik kalau kamu berlatih dengan umpan balik cepat. AI cocok untuk bagian ini karena ia tidak lelah, bisa mengulang tanpa batas, dan bisa diminta bersikap tegas.
Latihan sendirian vs latihan dengan AI
| Cara | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Latihan di cermin | Gratis dan privat | Tidak ada yang menyanggah, jadi jawaban lemah terasa cukup |
| Latihan dengan teman | Terasa nyata | Teman sungkan bersikap keras dan jadwalnya terbatas |
| Latihan dengan AI sebagai HRD | Bisa kapan saja, tegas, dan memberi nilai | Bukan pewawancara sungguhan dan bisa keliru; jawabanmu tetap harus kamu periksa sendiri |
Pegangan utama
HRD tidak membeli kata sifat. Mereka menilai bukti. Latihan terbaik adalah latihan yang memaksamu mengubah “saya rajin” menjadi “saya melakukan X dan hasilnya Y”.
Cara kerja
Urutan menulis prompt
1Tahap 1
Peran
HRD galak, skeptis
2Tahap 2
Data dirimu
pengalaman nyata
3Tahap 3
Aturan main
satu pertanyaan per giliran
4Tahap 4
Penilaian
nilai 1-10 dan alasannya
5Tahap 5
Ringkasan
kelebihan dan perbaikan
Bagian aturan main dan penilaian yang membuat latihannya terasa seperti wawancara sungguhan.
- 1Peran: sebut siapa yang diperankan AI, perusahaan seperti apa, dan sikapnya (galak, skeptis, hemat kata).
- 2Data dirimu: tulis pengalaman, keahlian, dan alasan nominal yang kamu minta. Pakai data yang benar-benar milikmu, dan minta AI tidak menambah karangannya.
- 3Aturan main: satu pertanyaan per giliran, tunggu jawabanmu, potong jawaban yang mengambang, dan berhenti setelah beberapa pertanyaan.
- 4Penilaian: minta nilai 1 sampai 10 dengan alasan singkat, berdasarkan kriteria yang kamu tulis sendiri.
- 5Ringkasan: minta rangkuman kelebihan, hal yang perlu diperbaiki, dan satu versi jawaban terbaik dari datamu.
Simulasi: dari prompt ke latihan
Simulasi ini hanya ilustrasi. Hasil sungguhan berbeda tiap percobaan dan tiap alat.
Langkah 1
Tanpa sikap yang jelas, AI cenderung ramah dan membantu, dan itu tidak melatihmu. Tulis dengan tegas bahwa ia galak, skeptis, dan hemat kata. Sebut juga jenis perusahaannya supaya pertanyaannya relevan.
Blok PERAN
Kamu berperan sebagai HRD yang galak, skeptis, dan hemat kata di sebuah perusahaan [jenis perusahaan, misalnya: agensi pemasaran]. Aku melamar posisi [posisi yang dilamar] dan akan menawar gaji sebesar [nominal yang kuincar].
Langkah 2
AI hanya bisa menguji apa yang kamu berikan. Tulis dua sampai tiga pencapaian nyata beserta angkanya, keahlian yang relevan, dan alasan nominal yang kamu minta. Minta AI tidak menambah karangannya, supaya jawaban terbaik yang ia susun nanti tetap berasal dari datamu.
Blok DATA DIRIKU
DATA DIRIKU (pakai ini saja, jangan menambah karanganmu) - Pengalaman: [tulis 2-3 pencapaian nyata beserta angkanya] - Keahlian: [tulis keahlian yang relevan] - Alasan nominal yang kuminta: [tulis alasanmu]
Jangan mengarang pencapaian
Angka yang tidak bisa kamu pertanggungjawabkan akan terbongkar saat wawancara sungguhan. Lebih baik pakai pencapaian kecil yang benar daripada yang besar tapi tidak nyata.
Langkah 3
Aturan main menentukan apakah latihanmu terasa nyata. Satu pertanyaan per giliran membuatmu berpikir. Memotong jawaban mengambang memaksamu memperbaikinya. Larangan membantu sebelum kamu menjawab mencegah AI menyuapimu.
Blok ATURAN MAIN
ATURAN MAIN - Ajukan SATU pertanyaan setiap giliran, lalu tunggu jawabanku. - Pertanyaan pertama: kenapa perusahaan harus membayar sebesar itu. - Kalau jawabanku mengambang (misalnya "saya rajin" atau "saya pekerja keras"), potong dengan satu kalimat dingin, lalu minta aku mencoba lagi. - Jangan membantuku menjawab sebelum aku menjawab. - Berhenti setelah 5 pertanyaan.
Langkah 4
Nilai tanpa kriteria tidak berguna. Tulis lima kriteria yang kamu pedulikan, lalu minta AI menilai berdasarkan itu dan menjelaskan alasannya dalam satu kalimat.
Rubrik penilaian yang dipakai
| Kriteria | Pertanyaan yang diajukan ke jawabanmu |
|---|---|
| Ada bukti | Apakah ada angka atau fakta yang bisa diperiksa? |
| Nilai bagi perusahaan | Apakah jawabanmu menunjukkan manfaat untuk mereka, bukan hanya kebutuhanmu? |
| Ketegasan | Apakah nadamu yakin tanpa terdengar menantang? |
| Singkat dan jelas | Apakah bisa dipahami dalam satu tarikan napas? |
| Nominal di awal | Apakah angka yang kamu minta disebut dengan jelas di awal? |
Blok PENILAIAN dan RINGKASAN
PENILAIAN Setelah tiap jawabanku, beri nilai 1 sampai 10 dan satu kalimat alasannya. Nilai berdasarkan: (1) ada angka atau bukti, (2) nilai bagi perusahaan, (3) ketegasan, (4) singkat dan jelas, (5) nominal disebut di awal. AKHIR Setelah 5 pertanyaan, tulis ringkasan: 3 kelebihan jawabanku, 3 hal yang perlu diperbaiki, dan satu versi jawaban terbaik yang bisa kupakai (hanya dari data yang kuberikan di atas).
Prompt lengkap
Ini gabungan semua blok. Ganti isi yang ada di dalam tanda kurung siku dengan datamu sendiri. Setelah menempelkannya, mulailah menjawab pertanyaan pertama dari HRD.
Prompt lengkap: HRD galak (ganti isi di [ ])
Kamu berperan sebagai HRD yang galak, skeptis, dan hemat kata di sebuah perusahaan [jenis perusahaan, misalnya: agensi pemasaran]. Aku melamar posisi [posisi yang dilamar] dan akan menawar gaji sebesar [nominal yang kuincar]. DATA DIRIKU (pakai ini saja, jangan menambah karanganmu) - Pengalaman: [tulis 2-3 pencapaian nyata beserta angkanya] - Keahlian: [tulis keahlian yang relevan] - Alasan nominal yang kuminta: [tulis alasanmu] ATURAN MAIN - Ajukan SATU pertanyaan setiap giliran, lalu tunggu jawabanku. - Pertanyaan pertama: kenapa perusahaan harus membayar sebesar itu. - Kalau jawabanku mengambang (misalnya "saya rajin" atau "saya pekerja keras"), potong dengan satu kalimat dingin, lalu minta aku mencoba lagi. - Jangan membantuku menjawab sebelum aku menjawab. - Berhenti setelah 5 pertanyaan. PENILAIAN Setelah tiap jawabanku, beri nilai 1 sampai 10 dan satu kalimat alasannya. Nilai berdasarkan: (1) ada angka atau bukti, (2) nilai bagi perusahaan, (3) ketegasan, (4) singkat dan jelas, (5) nominal disebut di awal. AKHIR Setelah 5 pertanyaan, tulis ringkasan: 3 kelebihan jawabanku, 3 hal yang perlu diperbaiki, dan satu versi jawaban terbaik yang bisa kupakai (hanya dari data yang kuberikan di atas).
Ganti konteksnya
Struktur yang sama bisa dipakai untuk latihan lain: meminta kenaikan gaji ke atasan, menjawab pertanyaan kelemahan diri, wawancara teknis, atau menawar harga jasa ke klien. Ubah bagian peran dan data dirimu.
Menjalankan
- 1Tempel prompt lengkap ke alat AI pilihanmu, setelah semua isian dalam kurung diganti.
- 2Jawab pertanyaan pertama seperti kamu menjawab di depan HRD sungguhan. Kalau bisa, ucapkan dengan suara keras.
- 3Baca nilai dan alasannya. Jangan membela diri; perbaiki jawabannya lalu ulangi.
- 4Lanjutkan sampai pertanyaan kelima, lalu baca ringkasan di akhir.
- 5Simpan versi jawaban terbaik, periksa bahwa semuanya benar-benar tentangmu, lalu latih sampai lancar tanpa membaca.
Kemampuan tiap alat berbeda, dan hasilnya bisa berbeda di tiap percobaan. Kalau AI terlalu ramah, tambahkan kalimat: “Bersikaplah lebih dingin dan jangan memuji kalau jawabanku belum berbukti.”
Latihan ulang
Ulangi dua atau tiga kali dengan pertanyaan berbeda. Perhatikan apakah nilaimu naik dan jawaban mana yang selalu dinilai lemah.
Variasi
Ubah satu bagian untuk situasi lain. Prompt di bawah ini bisa ditempel setelah blok data dirimu.
Meminta kenaikan gaji ke atasan
Kamu berperan sebagai atasanku yang sibuk dan skeptis. Aku akan meminta kenaikan gaji sebesar [nominal]. Ajukan satu keberatan per giliran, potong jawaban yang tidak berbukti, dan beri nilai 1-10 beserta alasannya. Gunakan hanya data dariku.
Pertanyaan tentang kelemahan
Kamu HRD yang skeptis. Tanyakan kelemahan terbesarku. Nilai apakah jawabanku jujur, spesifik, dan menunjukkan upaya memperbaiki diri. Jangan menerima jawaban klise seperti "saya terlalu perfeksionis".
Menawar tawaran kerja
Aku mendapat tawaran gaji [nominal tawaran] dan ingin menawar ke [nominal yang kuincar]. Berperanlah sebagai HRD yang menahan tawaran. Beri tiga keberatan satu per satu dan nilai cara aku menanggapinya.
Jawaban terlalu panjang
Nilai jawabanku dari sisi keringkasan. Tulis ulang jawaban terakhirku menjadi paling banyak tiga kalimat tanpa menambah fakta baru.
AI terlalu ramah
Bersikaplah lebih dingin. Jangan memuji kalau jawabanku belum ada angka atau bukti. Potong dengan satu kalimat pendek lalu ajukan pertanyaan yang sama dengan sudut lain.
Hati-hati
- Pakai pencapaian yang benar-benar milikmu. Jangan melatih jawaban dengan angka karangan lalu membawanya ke wawancara.
- AI bukan pewawancara sungguhan dan bisa keliru. Anggap nilainya sebagai bahan latihan, bukan penilaian resmi.
- Riset kisaran gaji untuk posisimu dari sumber yang bisa kamu periksa. Nominal di contoh artikel ini fiktif.
- Jangan menempelkan dokumen rahasia perusahaan lama atau data pribadi orang lain ke alat AI.
- Jangan menyebut nomor identitas, alamat lengkap, atau rekening dalam prompt.
- Jangan menjanjikan hasil ke orang lain. Latihan membantu, tapi keputusan akhirnya ada pada perusahaan.
Panduan
- Membiarkan AI ramah dan membantu, sehingga latihannya tidak menantang.
- Tidak menulis data diri, sehingga jawaban terbaik yang disusun AI terdengar generik atau mengarang.
- Menjawab terlalu panjang. Latih jawaban yang selesai dalam satu tarikan napas.
- Tidak menyebut nominal di awal sehingga negosiasi terdengar ragu.
- Hanya membaca nilai tanpa mengulang jawaban yang diperbaiki.
- Langsung memakai jawaban hasil AI tanpa memeriksa kebenarannya.
Ringkasan
Lima bagian prompt HRD galak
| Bagian | Yang kamu tulis | Kenapa penting |
|---|---|---|
| 1. Peran | HRD, jenis perusahaan, sikap galak dan skeptis | AI tidak jatuh ke gaya ramah |
| 2. Data dirimu | Pengalaman, keahlian, alasan nominal | Jawaban tetap berasal dari kenyataanmu |
| 3. Aturan main | Satu pertanyaan per giliran, potong jawaban mengambang | Latihannya terasa seperti wawancara |
| 4. Penilaian | Nilai 1-10 dengan kriteria dan alasan | Kamu tahu apa yang harus diperbaiki |
| 5. Ringkasan | Kelebihan, perbaikan, versi jawaban terbaik | Hasil latihan bisa kamu simpan dan latih lagi |
Contoh di artikel ini fiktif dan disederhanakan.
Apakah ini menjamin gajiku naik?+
Tidak. Latihan membantu kamu menjawab dengan lebih siap, tapi keputusan akhirnya ada pada perusahaan dan banyak hal di luar jawabanmu, seperti anggaran dan kebutuhan mereka.
Alat AI mana yang paling bagus?+
Tidak ada satu jawaban pasti. Pilih alat percakapan yang bisa menjaga peran dan menilai jawabanmu. Hasilnya berbeda tiap alat dan tiap percobaan, jadi coba beberapa kali.
Boleh pakai pencapaian yang dilebihkan?+
Sebaiknya tidak. Gunakan pencapaian yang bisa kamu jelaskan dan buktikan. Melebihkan angka berisiko terbongkar saat wawancara atau pemeriksaan latar belakang.
Bagaimana kalau AI-nya terlalu baik?+
Tambahkan instruksi agar ia lebih dingin dan tidak memuji jawaban yang belum berbukti. Kamu juga bisa meminta ia memotong jawaban yang lebih dari tiga kalimat.
Apakah bisa untuk meminta kenaikan gaji ke atasan?+
Bisa. Ganti perannya menjadi atasan yang sibuk dan skeptis, lalu tulis nominal dan pencapaianmu. Ada contohnya di bank prompt variasi.
Apakah aman memasukkan data pengalamanku ke AI?+
Hindari data pribadi sensitif dan dokumen rahasia perusahaan. Cukup tulis ringkasan pencapaian dan keahlian tanpa nomor identitas, alamat, atau rekening.
Berapa lama sebaiknya berlatih?+
Beberapa putaran singkat dalam beberapa hari lebih baik daripada satu sesi panjang. Perhatikan apakah nilaimu naik dan jawaban mana yang masih lemah.
Dialog Gilang dan HRD di video adalah contoh fiktif, dengan suara buatan AI. AI bukan pewawancara sungguhan dan bisa keliru, jadi perlakukan nilainya sebagai bahan latihan, bukan penilaian resmi. Nominal gaji dan kondisi perusahaan di dunia nyata berbeda-beda; lakukan riset sendiri dan jangan memakai data atau pencapaian yang bukan milikmu.
Ivan Darmawan
Tutorial Claude AI buat kerjaan & bisnis