ivan.
← Semua tutorial

Tips kerja · 14 menit baca

Versi singkat · 68 detik

Mencari kerja sering terasa seperti menembak dalam gelap. Kamu mengetik satu nama jabatan di situs lowongan, menggulir puluhan iklan, melamar ke beberapa, lalu menunggu kabar yang tidak kunjung datang. Sebagian besar waktu habis bukan untuk melamar, tapi untuk mencari, memilah, dan mengingat-ingat ke mana saja kamu sudah melamar.

Di sinilah AI bisa membantu, dan bukan dengan cara “AI memberi kamu pekerjaan”. AI tidak punya lowongan rahasia. Yang bisa ia lakukan adalah menjadi asisten: membantu menemukan nama jabatan yang belum terpikir, menyusun kata kunci pencarian yang lebih lengkap, membandingkan lowongan dengan profilmu, mengingatkan tanda-tanda iklan yang mencurigakan, dan merapikan catatan lamaranmu. Keputusan dan pengecekan faktanya tetap di tanganmu.

Artikel ini membagi prosesnya menjadi lima langkah. Setiap langkah punya prompt siap salin yang bisa kamu pakai di AI apa pun, seperti Claude, ChatGPT, atau Gemini. Semua nama perusahaan, jabatan, dan iklan di sini fiktif dan hanya untuk ilustrasi. Hasil AI bisa berbeda tiap percobaan dan bisa keliru, jadi cocokkan dengan sumber resmi sebelum bertindak.

Persiapan

AI bekerja sebaik bahan yang kamu berikan. Sebelum memakai kelima langkah di bawah, luangkan sepuluh menit menulis ringkasan profilmu sendiri. Cukup satu halaman, tidak perlu rapi seperti CV.

  • Pendidikan dan pengalaman kerja, termasuk magang, organisasi, atau proyek freelance.
  • Skill yang benar-benar kamu kuasai, dipisah antara skill teknis (misalnya Excel, desain, penulisan) dan skill lunak (misalnya komunikasi, mengatur waktu).
  • Hasil nyata yang pernah kamu capai, sebaiknya dengan angka, misalnya “mengelola akun media sosial dengan 5.000 pengikut”.
  • Preferensi: kota atau kerja jarak jauh, rentang gaji yang realistis, jenis perusahaan, dan hal yang ingin kamu hindari.

Profil singkat (tempel sekali di awal percakapan)

Aku sedang mencari pekerjaan. Berikut ringkasan profilku:

Pendidikan: [jurusan, kampus atau sekolah, tahun lulus]
Pengalaman: [pekerjaan, magang, atau proyek, singkat saja]
Skill: [daftar skill]
Hasil yang pernah kucapai: [satu sampai tiga hal, pakai angka kalau ada]
Preferensi: [kota atau remote, rentang gaji, jenis perusahaan]

Simpan profil ini sebagai bahan untuk permintaan berikutnya. Jangan menambah pengalaman atau skill yang tidak kutulis. Kalau ada informasi yang kurang, tanyakan dulu padaku.

Penting soal data pribadi

Jangan memasukkan nomor KTP, nomor rekening, alamat rumah lengkap, atau kata sandi ke AI. Untuk mencari lowongan, semua itu tidak diperlukan. Cukup tulis pengalaman dan skill.

Langkah 1

Banyak orang mencari kerja dengan satu nama jabatan saja, misalnya “admin”. Padahal perusahaan yang berbeda sering memakai nama yang berbeda untuk pekerjaan yang mirip. Akibatnya, kamu melewatkan lowongan yang sebenarnya cocok hanya karena judulnya tidak kamu ketik.

Minta AI membaca profilmu dan memberi daftar nama jabatan, termasuk yang berdekatan. Kamu juga bisa meminta alasannya, supaya kamu bisa menilai sendiri apakah masuk akal.

Prompt

Berdasarkan profilku di atas, berikan 10 nama jabatan yang cocok untuk kulamar, termasuk nama lain yang dipakai perusahaan berbeda untuk pekerjaan yang mirip dan jabatan yang berdekatan tapi jarang terpikir.
Untuk tiap jabatan, tulis satu kalimat alasan kenapa profilku cocok dan satu hal yang mungkin masih kurang.
Kelompokkan jadi tiga: paling cocok, cukup cocok, dan menantang.

Simulasi: dari profil ke daftar jabatan

Daftar nyata akan berbeda tiap percobaan dan tiap profil.

AIContoh hasil (fiktif) · contoh fiktif
Paling cocok: Admin Toko Online: pengalamanmu mengelola chat pelanggan relevan. Kurang: pengalaman memakai marketplace skala besar. Cukup cocok: Customer Service Officer: skill komunikasimu kuat. Kurang: pengalaman menangani komplain via telepon. Menantang: Junior Content Specialist: kamu sudah terbiasa menulis, tapi perlu portofolio.

Perhatikan: Contoh hasil yang dipersingkat. Hasil nyata bisa berbeda tiap percobaan.

Cuplikan video: contoh tiga jabatan dari AI
Cuplikan dari video: AI mengelompokkan jabatan menjadi paling cocok, cukup cocok, dan menantang.

Cara memakainya

Jangan langsung menganggap daftar ini kebenaran. Jadikan titik awal: pilih tiga sampai lima jabatan yang terasa masuk akal, lalu cek di situs lowongan apakah pekerjaan yang dideskripsikan memang seperti yang kamu bayangkan.

Langkah 2

Setelah punya daftar jabatan, saatnya mencari. Situs lowongan umumnya mencocokkan kata yang kamu ketik dengan judul dan isi iklan. Semakin lengkap variasi katanya, semakin banyak lowongan relevan yang muncul.

Prompt

Aku akan mencari lowongan untuk jabatan [nama jabatan] di [kota atau remote].
Buatkan daftar kata kunci pencarian dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris: nama jabatan alternatif, sinonim, singkatan umum, dan kata yang sering muncul di deskripsi pekerjaannya.
Kelompokkan menjadi: (1) kata kunci utama, (2) variasi judul, (3) kata kunci tambahan untuk menyaring, misalnya level junior atau fresh graduate.
Beri juga 5 contoh kalimat pencarian yang bisa kuketik langsung di situs lowongan atau di Google.
Cuplikan video: variasi kata kunci pencarian lowongan
Cuplikan dari video: variasi judul dan sinonim yang bisa diketik di situs lowongan.

Setelah dapat daftarnya, coba satu per satu di situs yang kamu pakai. Hampir semua situs lowongan punya filter lokasi, tanggal posting, dan level pengalaman. Pakai filter tanggal posting supaya kamu mendahulukan lowongan yang masih baru, karena lowongan lama biasanya sudah banyak pelamar atau sudah ditutup.

  1. 1Cari dengan kata kunci utama, lalu ulangi dengan setiap variasi judul.
  2. 2Pakai filter lokasi dan tanggal posting. Urutkan dari yang terbaru.
  3. 3Aktifkan notifikasi atau simpan pencarian bila situsnya menyediakan fitur itu, supaya lowongan baru datang sendiri.
  4. 4Cek juga halaman karier di situs resmi perusahaan yang kamu incar, karena tidak semua lowongan dipasang di situs lowongan.
  5. 5Catat kata kunci yang paling banyak menghasilkan lowongan cocok, dan buang yang hasilnya tidak relevan.

Soal pencarian langsung

Sebagian AI punya fitur mencari di web, sehingga bisa diminta mencari lowongan terbaru. Hasilnya bisa membantu, tapi ia bisa keliru, memakai sumber lama, atau mengutip lowongan yang sudah ditutup. Selalu buka tautan aslinya dan pastikan lowongannya masih ada di situs resmi.

Langkah 3

Tidak semua lowongan yang cocok di judul benar-benar cocok di isinya. Menyaring dengan AI menghemat waktu: kamu tempel deskripsi lowongan dan profilmu, lalu minta perbandingan yang jujur.

PT Contoh MajuIklan lowongan (fiktif) · contoh fiktif
Dicari Admin Penjualan Online. Syarat: minimal SMA/SMK, mahir Excel atau Google Sheets, terbiasa membalas chat pelanggan, bersedia kerja shift. Tugas: input pesanan, rekap penjualan harian, melayani pertanyaan pelanggan.

Perhatikan: Contoh iklan fiktif untuk ilustrasi.

Prompt

Berikut deskripsi lowongan: “[tempel deskripsi lowongan]”.
Bandingkan dengan profilku di atas. Beri:
1. Skor kecocokan 1 sampai 10 beserta alasan singkat.
2. Syarat yang sudah kupenuhi.
3. Syarat yang belum kupenuhi, dan seberapa besar pengaruhnya.
4. Hal yang perlu kutanyakan ke perusahaan sebelum melamar, misalnya gaji, jam kerja, atau status karyawan.
Jangan menambah skill atau pengalaman yang tidak ada di profilku.
AIContoh hasil (fiktif) · contoh fiktif
Skor: 7 dari 10. Terpenuhi: Excel dasar, pengalaman membalas chat pelanggan. Belum terpenuhi: pengalaman kerja shift (pengaruh kecil, bisa dijelaskan di surat lamaran). Yang perlu ditanyakan: sistem shift, gaji pokok, dan status karyawan.

Perhatikan: Contoh hasil yang dipersingkat. Skor dari AI hanya perkiraan, bukan penilaian resmi.

Cuplikan video: skor kecocokan 7 dari 10 untuk sebuah lowongan
Cuplikan dari video: skor kecocokan dan hal yang kurang, supaya kamu tahu apa yang perlu dijelaskan.

Skor bukan keputusan

Skor dari AI adalah alat bantu memilah, bukan vonis. Lowongan dengan skor 5 yang sangat kamu inginkan tetap boleh dilamar. Tujuannya supaya kamu tahu apa yang harus dijelaskan, bukan supaya kamu menyerah.

Kebiasaan yang bagus: lamar lebih sedikit lowongan, tapi sesuaikan setiap lamaran. Lima lamaran yang disesuaikan biasanya lebih berguna daripada lima puluh lamaran yang sama persis.

Langkah 4

Lowongan palsu itu nyata, dan korbannya biasanya pencari kerja yang sedang butuh. Modusnya beragam: meminta biaya pendaftaran, meminta data pribadi sejak awal, atau mengarahkan ke tautan yang mencuri akun. AI bisa membantu menandai tanda-tanda yang mencurigakan, tetapi bukan penentu akhir.

Nomor tidak dikenalPesan WhatsApp (fiktif) · contoh fiktif
Selamat! Anda lolos tahap awal sebagai admin dengan gaji Rp12 juta per bulan. Transfer biaya administrasi dan seragam Rp300.000 hari ini, lalu kirim foto KTP dan nomor rekening. Wawancara hanya lewat chat ini.

Perhatikan: Contoh pesan fiktif. Pola seperti ini patut dicurigai.

Cuplikan video: pesan lowongan palsu yang meminta biaya
Cuplikan dari video: tanda bahaya seperti diminta bayar dan wawancara hanya lewat chat.

Prompt

Berikut teks iklan atau pesan lowongan yang kuterima: “[tempel teks, tanpa nomor telepon atau data pribadiku]”.
Periksa tanda-tanda yang mencurigakan, misalnya permintaan biaya, gaji yang tidak masuk akal untuk posisinya, permintaan data pribadi di awal, bahasa mendesak, wawancara hanya lewat chat, atau alamat email dan tautan yang janggal.
Urutkan dari yang paling berbahaya. Lalu beri 3 cara untuk memverifikasi lowongan ini secara mandiri. Katakan juga kalau informasinya tidak cukup untuk menilai.

Setelah AI menandai, verifikasi sendiri di luar chat. Beberapa cara yang aman dan sederhana:

  1. 1Cari nama perusahaan di web dan buka situs resminya sendiri, bukan lewat tautan di pesan. Cek apakah lowongan yang sama ada di halaman kariernya.
  2. 2Perhatikan alamat email pengirim. Perusahaan yang jelas biasanya memakai email dengan domain perusahaan, bukan alamat gratisan yang berbeda dari nama perusahaannya.
  3. 3Jangan transfer uang untuk alasan apa pun. Proses rekrutmen yang sah umumnya tidak meminta pelamar membayar biaya pendaftaran, seragam, atau pelatihan di awal.
  4. 4Tahan data sensitif sampai kamu yakin. Foto KTP, nomor rekening, dan kode OTP tidak diperlukan pada tahap melamar.
  5. 5Tanya teman atau cari ulasan tentang perusahaan itu. Kalau ada banyak keluhan serupa, jangan lanjut.

Kalau terlanjur

Jika sudah terlanjur mengirim uang atau data, hubungi bank atau penyedia layanan terkait secepatnya, ganti kata sandi akun yang berkaitan, dan laporkan ke kanal pelaporan resmi yang tersedia di negaramu. Makin cepat, makin besar peluang kerugian ditekan.

Topik ini punya artikel tersendiri tentang mengenali link palsu. Cari “5 tanda link phishing” di daftar tutorial untuk panduan yang lebih lengkap.

Langkah 5

Setelah melamar ke belasan tempat, mudah lupa siapa yang sudah dihubungi, kapan, dan apa balasannya. Tabel sederhana mencegah kamu melamar dua kali ke lowongan yang sama atau melewatkan jadwal wawancara.

Prompt

Buatkan struktur tabel pelacak lamaran kerja untuk Google Sheets.
Kolomnya: nama perusahaan, posisi, sumber lowongan, tautan, tanggal melamar, status (belum melamar, sudah melamar, dihubungi, wawancara, tawaran, ditolak), tanggal follow up berikutnya, kontak, dan catatan.
Berikan juga:
1. Daftar status untuk menu dropdown.
2. Rumus untuk menghitung tanggal follow up 7 hari setelah tanggal melamar.
3. Aturan format warna agar baris yang perlu di-follow up terlihat jelas.
Jelaskan langkah mengatur semuanya di Google Sheets, selangkah demi selangkah.

Contoh isi pelacak (fiktif)

PerusahaanPosisiTanggal melamarStatusFollow up
PT Contoh MajuAdmin Penjualan Online20 OktSudah melamar27 Okt
CV Contoh SentosaCustomer Service21 OktWawancaraBesok pagi
Toko Contoh RasaAdmin Toko Online22 OktDihubungi29 Okt

Angka tujuh hari hanya contoh. Sesuaikan dengan batas waktu yang disebut di iklan atau yang kamu dapat saat wawancara.

Kebiasaan kecil

Isi tabel di hari yang sama saat kamu melamar. Menunda sampai akhir pekan membuat catatannya tidak lengkap, dan inilah alasan utama tabel pelacak ditinggalkan.

Alat

Kelima langkah di atas tidak bergantung pada satu merek AI. Prompt-nya bisa dipakai di Claude, ChatGPT, Gemini, atau asisten sejenis. Yang berbeda adalah kemampuan tambahannya, dan itu bisa berubah dari waktu ke waktu, jadi cek yang tersedia di akunmu.

Apa yang bisa dilakukan tiap jenis alat

Jenis alatCocok untukHati-hati
Chatbot AI tanpa pencarian webLangkah 1, 3, 4, dan 5: jabatan, saring lowongan, cek tanda bahaya, tabel pelacakTidak tahu lowongan terbaru
Chatbot AI dengan fitur pencarian webMembantu mencari lowongan terbaru dan menyusun daftar awalBisa keliru atau mengutip lowongan yang sudah tutup; buka tautan aslinya
Fitur AI di situs lowonganRekomendasi dan peringatan lowongan sesuai profil di situs ituTerbatas pada lowongan di situs tersebut
Situs resmi perusahaanSumber paling dapat dipercaya untuk lowongan dan syaratnyaPerlu dicek satu per satu

Fitur tiap layanan bisa berubah. Periksa yang berlaku di akunmu sebelum mengandalkannya.

Panduan

AI mempercepat proses, tapi beberapa kesalahan justru sering muncul karena terlalu mengandalkannya. Hindari yang berikut:

  • Menganggap lowongan dari hasil AI pasti ada. Selalu buka sumber aslinya.
  • Memasukkan data pribadi sensitif ke AI, seperti nomor KTP atau rekening.
  • Membiarkan AI menambahkan pengalaman yang tidak kamu punya. Itu berisiko saat wawancara dan verifikasi.
  • Melamar massal dengan isi yang sama. Penyaringan lowongan dimaksudkan supaya kamu bisa lebih selektif.
  • Tidak mencatat lamaran, lalu lupa memenuhi jadwal wawancara.
  • Mengabaikan perasaan tidak enak soal sebuah lowongan. Kalau terasa janggal, verifikasi dulu.

Sebelum menekan tombol lamar atau kirim, lewati daftar cek ini:

  1. 1Lowongannya ada di situs resmi perusahaan atau platform lowongan yang kamu kenal.
  2. 2Tidak ada permintaan uang, dan data yang diminta wajar untuk tahap melamar.
  3. 3Nama jabatan, perusahaan, dan lokasi yang kamu tulis sudah benar.
  4. 4Semua yang kamu klaim tentang dirimu benar dan bisa kamu jelaskan.
  5. 5Lamaran sudah dicatat di tabel pelacak lengkap dengan tanggal follow up.

Ringkasan

Apa yang kamu beri dan apa yang kamu minta

LangkahYang kamu beri ke AIYang kamu minta
1. Jabatan cocokProfil singkatmu10 nama jabatan beserta alasan dan kekurangannya
2. Kata kunciJabatan incaran dan lokasiVariasi judul, sinonim, dan contoh kalimat pencarian
3. Saring lowonganDeskripsi lowongan dan profilmuSkor kecocokan dan syarat yang kurang
4. Cek lowongan palsuTeks iklan tanpa data pribadiTanda bahaya dan cara verifikasi mandiri
5. Lacak lamaranKolom yang kamu butuhkanStruktur tabel, dropdown, dan rumus follow up

Semua langkah didahului profil singkat yang ditempel sekali di awal percakapan.

Apakah AI bisa langsung mencarikan saya pekerjaan?+

Tidak. AI membantu mencari lebih terarah, menyaring, dan mengatur lamaran, tapi lowongannya tetap harus kamu temukan dan cek di situs resmi. AI yang punya fitur pencarian web pun bisa keliru atau mengutip lowongan yang sudah tutup.

Harus pakai AI yang mana?+

Prompt di artikel ini bisa dipakai di AI apa saja, termasuk Claude, ChatGPT, dan Gemini. Yang berbeda adalah fitur tambahannya, seperti pencarian web, dan itu bisa berubah. Cek yang tersedia di akunmu.

Aman nggak memasukkan CV atau profil ke AI?+

Hindari data sensitif seperti nomor KTP, nomor rekening, alamat lengkap, dan kata sandi. Cukup tulis pengalaman dan skill. Cek juga ketentuan privasi layanan AI yang kamu pakai.

Bagaimana kalau AI menyebut sebuah lowongan aman?+

Jangan jadikan itu satu-satunya dasar. AI hanya melihat teks yang kamu berikan. Verifikasi di situs resmi perusahaan, cek domain email, dan jangan pernah membayar biaya apa pun untuk melamar.

Skor kecocokan dari AI seberapa bisa dipercaya?+

Anggap perkiraan kasar untuk memilah. Skor rendah bukan berarti kamu tidak boleh melamar, dan skor tinggi bukan jaminan diterima.

Berapa lowongan yang sebaiknya saya lamar per minggu?+

Tidak ada angka pasti. Lebih baik sedikit tapi disesuaikan untuk tiap lowongan daripada banyak dengan isi yang sama. Pelacak lamaran membantumu menjaga ritme tanpa kewalahan.

Semua nama perusahaan, jabatan, iklan, dan contoh hasil di artikel ini fiktif dan hanya untuk ilustrasi. Hasil dari AI bisa berbeda tiap percobaan dan bisa keliru, jadi periksa lowongan di situs resmi perusahaan dan jangan membagikan data pribadi sensitif. Artikel ini bagian dari seri tips kerja.

Ivan Darmawan

Ivan Darmawan

Tutorial Claude AI buat kerjaan & bisnis