Tutorial Claude · 8 menit baca
Tulisan Claude terasa kaku seperti robot? Sering kali penyebabnya bukan Claude-nya, tapi permintaannya. Kalau kamu hanya menulis “buatkan caption untuk kopi”, Claude tidak tahu siapa yang akan membaca, bagaimana nadamu, atau seperti apa gaya tulisanmu. Tanpa informasi itu, ia memilih gaya yang aman dan umum, dan hasilnya terdengar datar.
Artikel ini membahas tiga trik yang mengubah itu. Di tiap bagian ada contoh prompt yang bisa langsung kamu salin dan isi. Bagian akhirnya menunjukkan cara menggabungkan ketiganya dalam satu percakapan.
Dasar
Claude menulis berdasarkan apa yang kamu berikan. Semakin sedikit konteks, semakin umum hasilnya. Tiga hal yang biasanya hilang dari prompt: siapa yang menulis (peran), untuk siapa tulisannya (audiens), dan seperti apa suaranya (gaya).
Prompt yang minim konteks vs prompt yang jelas
✕ Minim konteks
Buatkan caption Instagram untuk promo kopi.
✓ Dengan konteks
Kamu editor majalah gaya hidup. Tulis caption Instagram promo kopi untuk anak SMA. Nada santai, maksimal 100 kata.
Prompt kedua belum sempurna, tapi sudah memberi arah. Tiga trik berikut menyempurnakannya.
Trik 1
Peran memberi Claude sudut pandang, dan audiens menentukan bahasanya. Penulis majalah, guru, dan sales menulis dengan cara berbeda untuk orang yang berbeda. Sebutkan juga nada dan panjang yang kamu mau.
Template prompt 1
Kamu adalah [peran, misal: editor majalah gaya hidup]. Tulis [jenis tulisan, misal: caption Instagram] untuk [audiens, misal: anak SMA]. Nada: [santai / hangat / lugas]. Panjang: [misal: maksimal 100 kata]. Topik: [isi topiknya].
Contoh yang sudah diisi
Contoh
Kamu adalah editor majalah gaya hidup. Tulis caption Instagram untuk anak SMA. Nada: santai. Panjang: maksimal 100 kata. Topik: promo cold brew akhir pekan.
Tips
Peran dan audiens yang spesifik lebih berguna daripada yang umum. “Guru SD yang sabar menjelaskan ke orang tua murid” memberi arah lebih jelas daripada “penulis profesional”.
Trik 2
Ini trik yang paling berpengaruh. Daripada mendeskripsikan gayamu dengan kata-kata (yang sulit), tunjukkan langsung. Tempel dua atau tiga tulisanmu sendiri, lalu minta Claude mempelajarinya.
Template prompt 2
Ini 3 contoh tulisanku: [tulisan 1] --- [tulisan 2] --- [tulisan 3] Pelajari gayaku: panjang kalimat, kata yang sering kupakai, cara aku membuka dan menutup tulisan. Rangkum gayaku dalam 5 poin. Lalu tulis [topik] dengan gaya itu.
Perhatikan permintaan merangkum gaya dalam 5 poin. Itu memaksa Claude menyebutkan apa yang ia tangkap dari tulisanmu. Kalau poinnya meleset, kamu bisa mengoreksi sebelum ia mulai menulis.
- Pakai tulisan yang memang mewakili gayamu, dan yang kamu suka hasilnya.
- Pakai tulisan milikmu sendiri, bukan tulisan orang lain yang tidak kamu punya hak memakainya.
- Dua sampai tiga contoh biasanya cukup. Contoh yang sangat berbeda satu sama lain bisa membingungkan.
- Jangan tempel data pribadi atau rahasia di dalam contoh tulisan.
Trik 3
Sering kali Claude langsung menulis padahal ia belum tahu hal-hal penting: tujuan tulisan, detail yang boleh disebut, atau hal yang harus dihindari. Dengan menyuruhnya bertanya lebih dulu, kamu mendapat tulisan yang lebih tepat di percobaan pertama.
Template prompt 3
Sebelum mulai menulis [jenis tulisan], tanya aku 3 hal yang kamu butuhkan supaya hasilnya pas. Jangan mulai menulis sebelum aku jawab.
Kalimat “jangan mulai menulis sebelum aku jawab” penting. Tanpa itu, Claude kadang bertanya sambil langsung menulis draf.
Kapan dipakai
Paling berguna untuk tulisan yang punya banyak detail: pengumuman, email penting, atau konten yang harus sesuai fakta tertentu.
Praktik
Ketiga trik bisa dipakai dalam satu percakapan. Urutan yang disarankan: mulai dari trik 3 supaya Claude mengumpulkan informasi, lanjut ke trik 2 supaya ia menangkap gayamu, lalu trik 1 untuk menetapkan peran dan audiens.
- 1Mulai dengan trik 3: suruh Claude bertanya dulu, lalu jawab pertanyaannya.
- 2Tempel contoh tulisanmu (trik 2) dan minta ia merangkum gayamu dalam 5 poin.
- 3Koreksi rangkuman kalau ada yang meleset.
- 4Tetapkan peran, audiens, nada, dan panjang (trik 1), lalu minta ia menulis.
- 5Minta revisi bertahap: satu hal per permintaan, misalnya “lebih pendek” atau “buka dengan pertanyaan”.
Kalau hasilnya masih kaku
Prompt perbaikan
Terlalu kaku. Tulis ulang seperti orang ngobrol: kalimat lebih pendek, buang kata-kata formal, dan jangan pakai kalimat pembuka klise.
Sebelum dipakai
- Baca dengan suara keras. Kalau kamu sendiri tidak akan mengucapkannya, ubah.
- Pastikan fakta, nama, angka, dan klaim memang benar. Claude bisa keliru atau mengarang detail.
- Tambahkan hal yang hanya kamu yang tahu: pengalaman, contoh nyata, atau cerita singkat.
- Hapus kalimat pembuka klise dan penutup yang terlalu umum.
Berapa contoh tulisan yang sebaiknya ditempel?+
Dua sampai tiga biasanya cukup untuk menangkap gaya. Pilih yang paling mewakili suaramu.
Kalau aku belum punya tulisan sendiri?+
Pakai trik 1 dan 3 dulu. Tulis beberapa kalimat dengan caramu sendiri sebagai contoh awal, lalu bandingkan dengan hasil Claude.
Hasilnya masih kaku, apa yang diubah dulu?+
Coba tambahkan contoh tulisanmu (trik 2), atau pakai prompt perbaikan di atas supaya ia menulis seperti orang ngobrol.
Template-nya harus persis seperti ini?+
Tidak. Template hanya kerangka. Ganti bagian dalam kurung siku, dan sesuaikan kata-katanya dengan kebutuhanmu.
Artikel ini bagian dari seri Tutorial Claude. Hasil dari model AI bisa berbeda-beda tiap percobaan, jadi anggap template sebagai titik awal, bukan jaminan hasil.
Ivan Darmawan
Tutorial Claude AI buat kerjaan & bisnis